Minggu, 28 Februari 2010

Hidup itu cuma sekali


Pelajaran dalam hidup kerap kali kita abaikan. Padahal setiap tindakan dan peristiwa yang terjadi itu merupakan pengalaman hidup yang harus diambil maknanya.


Akhir-akhir ini gw mengalami berberapa hal yang membuat mata gw tibe-tibe melek seakan diingatkan oleh seseuatu. Bener, ini kasih gw pelajaran hidup. Temen2, ternyata hidup itu bener-bener harus kita jaga. Hidup itu harus bersandar sama Tuhan. Jangan mentang-mentang kita msih muda, seakan pikiran kita 'toh umur juga masih muda, idup juga masih panjang'. Gue mau ingetin disini, kita mau belajar sama-sama kalau hidup orang siapa yang tahu selain Tuhan kita Yesus Kristus.


Kalau Tuhan sudah berkehendak siapa yang tahu. Apa kita cuma memakai hidup kita yang sementara ini dengan sia-sia? Apa yang harus kita habiskan selama kita hidup sekarang? Foya-foya? konsumerisme?


Apa arti hidup saat ini? Menurut gue hidup saat ini sangat menentukan bagaimana posisi kita nanti di kehidupan kekal. Karena kehidupan kelak akan menjadi kehidupan kekal yang gak akan pernah habis.


we live is not what the world did for us, but what we do for this world. The most important is what the our contribution for this life

Jumat, 12 Februari 2010

Diary usang

Beberapa waktu yang lalu, gw menemukan sebuah buku usang milik gw dulu terkapar di tempat tidur gw... wew, itu tidakk lain dan tidak bukan ialah buku harianku beberapa thun silam.

Terus gw buka deh dari halaman pertama... Isinya tentang hari ultah gw yang ke-12. Buku harian itu kan hadiah ultah ku dulu juga.hehe...

Terus ada yang bercerita tentang bagaimana aku berteman dengan orang-orang baru, hiking bareng anak-anak gereja, sampe aku lulus SMP dan sekolah di IPEKA.wahhh, kenangan banget dh.hehe....

Sekarang sih udah gak pernah nulis lagi, Tapi buku itu akan selamanya gw simpen.hehe

Sayang seribu kali sayang....

Kadang gw merasa apa yang gw perbuat untuk seseorang begitu besar pengorbanannya. Tapi justru itu berbanding terbalik sama apa yang gw terima. Emang salah sih ngerasa kayak gini. Tapi gw Cuma mau memberikan pengalaman hidup gw.

Kadang orang yang terlalu baik, justru merugikan diri sendiri. Kebanyakan orang yang terlalu baik sering dimanfaatkan sama pihak yang gak bertanggung jawab.

Kadang orang butuh perhatian khusus, mulai dari hal-hal kecil aja dulu. Kalau ada sesuatu yang spesial kenapa harus dipikirkan secara minimal, kenapa gak bisa maksimal. Kenapa memberi sesuatu untuk orang lain itu begitu sulit. Kenapa kebanyakan orang lebih senang untuk menerima aja. Kenapa gak berusaha berpikir kalau orang itu butuh sesuatu yang bener-bener bermakna, dari hati bukan dari materi atau pikiran kilat.

Kenapa mesti mendadak, sistem kebut semalam. Seakan Cuma sisa aja yang didapat. Apa gw hanya bagian dari hidup seseorang yang melintas begitu aja, lalu pergi? Apa selama ini gw gak pernah kasih yang terbaik buat mereka. Apa selama ini perlakuan mereka hanyalah sebuah formalitas? Begitu? Lalu apa gunanya diriku untuk mereka?

Memang aku salah berpikir negatif seperti ini. Tapi inilah yang aku rasakan. Aku selalu berdoa sama Tuhan, ”Tuhan tolong buat aku bisa sabar, menerima hidup...”

Begitu banyak pengalaman yang gw pengen bagikan kepada semua pihak yang ingin memperbaiki hidupnya.

Sahabat adalah partner hidup kita, dalam suka dan duka, gak berlandaskan materi tapi sebuah hati yang mau berkorban. Alangkah baiknya bila setiap orang memiliki sahabat. jikalau kita sudah mengganggap orang lain sahabat, tapi dirinya sama sekali gak menggapnya seperti itu, kita harus bagaimana?

Saat aku menulis ini, aku nyaris meneteskan air mata. Karena ini adalah salah satu pengalaman hidupku. Seakan-akan kita bertanya,”Terus selama ini kita dijadikan apa dong?”

Saat aku mengetahui bahwa dirinya tidak menggapku sama sekali, aku benar-benar terpukul dan air mataku deras mengalir. Dikhianati sangat tidak menyenangkan. Semoga ini yang pertama dan terakhir kalinya....

Masih banyak hal-hal yang dapat kita pelajari dalam hidup ini. Kadang bagi kita hidup itu tidak adil, tapi aku percaya bahwa Tuhan itu selalu adil bagi anak-anakNYa. Apa yang kamu tabur itulah yang kamu tuai. Mungkin bukan sekarang hasil yang kamu terima, tapi suatu saat nanti akan indah pada waktunya... Amien...