Kadang gw merasa apa yang gw perbuat untuk seseorang begitu besar pengorbanannya. Tapi justru itu berbanding terbalik sama apa yang gw terima. Emang salah sih ngerasa kayak gini. Tapi gw Cuma mau memberikan pengalaman hidup gw.
Kadang orang yang terlalu baik, justru merugikan diri sendiri. Kebanyakan orang yang terlalu baik sering dimanfaatkan sama pihak yang gak bertanggung jawab.
Kadang orang butuh perhatian khusus, mulai dari hal-hal kecil aja dulu. Kalau ada sesuatu yang spesial kenapa harus dipikirkan secara minimal, kenapa gak bisa maksimal. Kenapa memberi sesuatu untuk orang lain itu begitu sulit. Kenapa kebanyakan orang lebih senang untuk menerima aja. Kenapa gak berusaha berpikir kalau orang itu butuh sesuatu yang bener-bener bermakna, dari hati bukan dari materi atau pikiran kilat.
Kenapa mesti mendadak, sistem kebut semalam. Seakan Cuma sisa aja yang didapat. Apa gw hanya bagian dari hidup seseorang yang melintas begitu aja, lalu pergi? Apa selama ini gw gak pernah kasih yang terbaik buat mereka. Apa selama ini perlakuan mereka hanyalah sebuah formalitas? Begitu? Lalu apa gunanya diriku untuk mereka?
Memang aku salah berpikir negatif seperti ini. Tapi inilah yang aku rasakan. Aku selalu berdoa sama Tuhan, ”Tuhan tolong buat aku bisa sabar, menerima hidup...”
Begitu banyak pengalaman yang gw pengen bagikan kepada semua pihak yang ingin memperbaiki hidupnya.
Sahabat adalah partner hidup kita, dalam suka dan duka, gak berlandaskan materi tapi sebuah hati yang mau berkorban. Alangkah baiknya bila setiap orang memiliki sahabat. jikalau kita sudah mengganggap orang lain sahabat, tapi dirinya sama sekali gak menggapnya seperti itu, kita harus bagaimana?
Saat aku menulis ini, aku nyaris meneteskan air mata. Karena ini adalah salah satu pengalaman hidupku. Seakan-akan kita bertanya,”Terus selama ini kita dijadikan apa dong?”
Saat aku mengetahui bahwa dirinya tidak menggapku sama sekali, aku benar-benar terpukul dan air mataku deras mengalir. Dikhianati sangat tidak menyenangkan. Semoga ini yang pertama dan terakhir kalinya....
Masih banyak hal-hal yang dapat kita pelajari dalam hidup ini. Kadang bagi kita hidup itu tidak adil, tapi aku percaya bahwa Tuhan itu selalu adil bagi anak-anakNYa. Apa yang kamu tabur itulah yang kamu tuai. Mungkin bukan sekarang hasil yang kamu terima, tapi suatu saat nanti akan indah pada waktunya... Amien...
Lembaran demi lembaran terurai begitu saja sehingga setiap mata yang melihat merasakan keajaiban tersendiri
Jumat, 12 Februari 2010
Sayang seribu kali sayang....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Wah.. Omie.. Santai aja kok, biasanya orang yang kayak gitu dapet balesannya sendiri. Hehe
BalasHapusElisa